Transformasi Kelas Lebih Seru: SMP Kesatrian 1 Semarang Mengadakan Seminar Pemanfaatan AI Untuk Guru SD Se Kota Semarang

Semarang,24 Januari 2026 Dalam upaya menghadirkan kualitas pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, SMP Kesatrian 1 Semarang sukses menyelenggarakan seminar dan lokakarya (workshop) bertajuk “Penguatan Kompetensi Literasi dan Numerasi Melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)”.

Kegiatan yang berlangsung di Aula ini diikuti oleh puluhan guru sekolah dasar Se-Kota Semarang. Seminar ini bertujuan untuk membekali para pendidik dengan keterampilan teknologi terkini, khususnya dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam proses belajar mengajar sehari-hari.

Kepala SMP Kesatrian 1 Semarang Ning Mulyati SPd, menyampaikan, seminar digelar sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam berkontribusi untuk peningkatan mutu pendidikan, baik internal sekolah maupun tingkat kota. Menurutnya, penguatan literasi dan numerasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas jenjang agar peserta didik benar-benar siap menghadapi tantangan pembelajaran di SMP.

“Melalui seminar ini, kami ingin berbagi praktik baik sekaligus belajar bersama tentang bagaimana teknologi, khususnya AI, dapat dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung pembelajaran, Kita tidak bisa menutup mata bahwa anak didik kita adalah ‘digital natives’. Pemanfaatan AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai asisten cerdas yang dapat membantu bapak/ibu guru merancang materi literasi dan numerasi yang jauh lebih menarik, personal, dan efektif,” ujar Ning., dalam sambutannya menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi para guru.

Narasumber utama, Achmad Syah Roni S.T M.Pd, pengajar di salah satu sekolah menengah kejuruan di Semarang, memaparkan tentang pemanfatan AI untuk mendukung pembelakajaran murid. Ia menjelaskan konsep tes kemampuan akademik untuk tingkat SD, khususnya mata pelajaran seperti literasi dan numerasi. Menurutnya, literasi mencakup kemampuan membaca, menulis, dan memahami teks secara kritis. Sementara numerasi adalah fondasi pemecahan masalah matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari.

“Kedua kompetensi ini esensial untuk berpikir logis dan analitis siswa,” ujarnya.

Roni mengatan, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan seperti Gemini AI dan Canva AI dapat merevolusi cara mengajar. Semisal dalam pembelajaran tes kemampuan akademik (TKA). Yakni, dengan mengubah menjadi elemen interaktif, seperti permainan atau kuis yang penuh warna dan gerakan.

“Dengan ini siswa lebih tertarik dari pada metode tradisional seperti lembar kerja kertas yang monoton,” terang dia.

Roni berbagi pengalaman langsung di kelas. Ia menerapkan integrasi AI untuk membuat materi yang dinamis dan menyenangkan.

“Anak-anak zaman sekarang lebih suka layar HP dari pada papan tulis. Jadi kita ubah AI menjadi alat bantu yang inklusif, meski guru punya keterbatasan seperti skill coding yang minim,” katanya.

Dalam sesi inti yang dipandu oleh narasumber Achmad Syah Roni S.T M.Pd, para guru diajak untuk membedah berbagai aplikasi AI edukatif. Fokus utama pelatihan ini adalah:

  1. Penguatan Literasi: Guru belajar menggunakan AI untuk membuat bahan bacaan berjenjang, menyusun ide cerita dongeng interaktif, hingga merancang kuis pemahaman bacaan yang variatif dalam hitungan menit.
  2. Penguatan Numerasi: Pemanfaatan alat visualisasi AI untuk menjelaskan konsep matematika abstrak menjadi gambar atau diagram yang mudah dipahami siswa, serta pembuatan soal-soal pemecahan masalah yang kontekstual.

Suasana pelatihan berjalan sangat interaktif. Para guru tampak antusias saat melakukan simulasi langsung (hands-on) menggunakan laptop masing-masing. Mereka mencoba membuat modul ajar berbasis proyek yang dibantu oleh AI.

Dengan terselenggaranya seminar ini, SMP Kesatrian 1 Semarang berharap dapat menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih dinamis. Penggunaan teknologi diharapkan dapat mendongkrak skor Asesmen Nasional, khususnya pada aspek literasi dan numerasi, serta menumbuhkan kecintaan siswa terhadap kegiatan membaca dan berhitung. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen para guru untuk mulai menerapkan ilmu yang didapat di kelas mulai pekan depan

CATEGORIES:

Comments are closed